oleh : endang sutisna
Budaya tulis bagi para siswa ketika mengikuti pembelajaran masih terasa dominan. Buktinya walaupun kita mengajarkan kegiatan berbicara terutama pada saat pengenalan materi baru + latihan dasar pola kalimat, para siswa pasti memohon kepada kita agar pola kalimat ditulis di papan tulis. Beragam pandangan tentang tulis-menulis ini, ada yang berpendapat harus di tulis, tapi ada juga yang beranggapan bahwa para guru justru berusaha menghindari tulisan di papan tulis dengan pertimbangan bahwa para siswa sudah memiliki buku ajar. Selain itu, jika para guru terlalu sering menulis, maka para siswa pun bisa jadi sering tidak tertib bahkan mengganggu ketenangan belajar sehingga membuat para siswa menjadi ribut. Di saat guru asik menulis di papan tulis dan membelakangi siswa, di saat itu pulalah para siswa beraksi menjadi ribut. Bagaimana mengatasi hal seperti ini?
Ketika kegiatan kajian pembelajaran yang dipasititasi oleh tenaga ahli dari Jepang (JLE), kami memperoleh masukan tentang cara guru menulis di papantulis sambil menggali informasi dari para siswa sehingga mereka tetap fokus mengikuti pelajaran. Keterlibatan para siswa tersebut kegiatan pembelajaran menjadi aktif dan atraktif.
Guru menulis di papan tulis bertujuan untuk menyimpulkan bersama-sama dengan para siswa tentang materi pembelajaran. Misalnya guru ingin menuliskan pola kalimat baru yang telah dilatihkan. Setelah para siswa mengikuti kegiatan pengenalan kosakata dan latihan dasar pola kalimat baru, cobalah guru bertanya kepada para siswa tentang pola kalimat yang dilatihkan itu sambil menuliskannya di papan tulis. Tentu saja guru dan para siswa ada kegiatan yang dilakukan bersama-sama. Siswa menjawab pertanyaan, guru menuliskan pola kalimat baru tersebut.
Anda ingin mencobanya? Cobalah jika belum melakukan teknik mengajar seperti ini! Bukankah guru ketika mengajar harus demokratis? Bukankah guru sebagai motivator dan pasilitator? Satu di antara teknik mengajar seperti inilah diharapkan mampu menjawabnya. Dengan teknik bertanya informasi digali dari para siswa. Dengan teknik bertanya motivasi para siswa bangkit. Sedangkan guru hanya berperan mendampingi para siswa sebagai motivator dan pasilitator.
1 komentar:
Trimakasih Shensei, kemarin saya mengikuti seminar sensei di unnes, kuliah dari shensei sangat membantu. dan untuk posting di atas saya minta ijin untuk menggunakan tekniknya.
Posting Komentar